SEPUTAR PENDIDIKAN

SEPUTAR PENDIDIKAN


 
PortalIndeksPendaftaranLogin
Latest topics
» KIAT MENJADI MURID YANG SUKSES
Tue Jan 10, 2012 7:40 pm by klicks

» CARA MEMBUAT WEBSITE/BOG GRATIS PENGHASIL UANG
Fri Nov 25, 2011 6:36 pm by klicks

» MEMPERBAIKI PONSEL MATI TOTAL KARENA AIR
Thu Nov 24, 2011 1:09 am by klicks

» PONSEL BOROS BATTERY
Thu Nov 24, 2011 1:07 am by klicks

» PONSEL TIDAK BISA KELUAR RINGTONES
Thu Nov 24, 2011 1:04 am by klicks

» SIM CARD TIDAK TERBACA OLEH PONSEL
Thu Nov 24, 2011 12:55 am by klicks

» SISTEM JUMPER PADA HANDPHONE
Thu Nov 24, 2011 12:52 am by klicks

» TEORI NILAI
Tue Jun 28, 2011 12:02 am by klicks

» ISLAMISASI SAINS
Mon Jun 27, 2011 11:56 pm by klicks

Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Keywords
Affiliates
free forum

July 2014
MonTueWedThuFriSatSun
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
CalendarCalendar
Share | 
 

 MODEL PENGAWASAN/SUPERVISI PENDIDIKAN COORPERATIVE PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
klicks
Admin


Jumlah posting: 25
Points: 72
Reputation: 0
Join date: 27.06.11

PostSubyek: MODEL PENGAWASAN/SUPERVISI PENDIDIKAN COORPERATIVE PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD)   Mon Jun 27, 2011 11:20 pm

Dalam bukunya yang berjudul “Supervisi Pendidikan: untuk Pendidikan yang Lebih Baik”, Prof.Dr. Hi. Abd. Kadim Masaong, M.Pd. (2010), mengetengahkan tentang 5 (lima) model kepengawasan atau model supervisi. Salah satunya adalah Model Cooperative Profesional Development (CPD) atau disebut juga Model Pengembangan Kerjasama Profesional.

Model Kepengawasan

Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development (CPD) dapat diartikan sebagai sebuah model kepengawasan/supervisi yang difasilitasi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah melalui proses yang diformulasikan secara moderat oleh dua orang guru atau lebih yang setuju bekerjasama untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan profesionalnya. Biasanya dilakukan melalui kegiatan saling mengadakan observasi kelas, saling memberikan umpan balik, dan menguasai tentang masalah-masalah kesupervisian. Dalam menerapkan model CPD ini hendaknya dapat menyediakan setting dimana guru secara informal dapat membicarakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, saling menukar gagasan, saling membantu dalam mempersiapkan pembelajaran, petukaran berbagai petunjuk dan saling memebri dukungan.

Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah dapat memilih sendiri bentuk kerjasama pengembangan profesi, sesuai dengan karakter dan budaya sekolah setempat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh kepala sekolah/pengawas sekolah dalam merencanakan dan menerapkan model ini, yaitu:

1. Guru diikutsertakan dalam menentukan siapa yang dapat diajak untuk bekerja sama.
2. Kepala sekolah hendaknya bertindak sebagai penanggung jawab terakhir dalam membentuk tim CPD.
3. Struktur supervisi hendaknya bersifat formal, terutama dalam hal pemeliharaan catatan-catatan mengenai bagaimana cara dan dalam waktu apa yang digunakan serta memeberikan deskripsi umum tentang kegiatan CPD. Catatan tersebut bersifat laporan tahunan kepala sekolah/pengawas sekolah.
4. Kepala sekolah/Pengawas sekoalah hendaknya memberikan sumber-sumber yang diperlukan dan dukungan administrasi yang memungkinkan tim CPD berfungsi setiap saat.
5. Kepala sekolah/Pengaawas sekolah tidak menerima informasi mengenai hasil-hasil kerja tim dalam pembelajaran, jika hal itu tidak perlu dievaluasi. Jadi, informasi tersebut tetap disimpan oleh tim.
6. Jika kepala sekolah/pengawas sekolah perlu mengadakan evaluasi yang mendalam, hendaknya data tersebut dinilai melalui seorang guru tentang pekerjaan guru yang lain.
7. Masing-masing guru hendaknya mencatat perkembangan profesionalnya masing-masing sebagai hasil dari kegiatan CPD.
8. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan dengan tim CPD sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk melakukan penilaian proses CPD.
9. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan individual dengan setiap anggota tim CPD sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk membicarakan catatan pertumbuhan profesionalnya dan memberikan dorongan serta bantuan yang diperlukan.
10. Secara umum, tim-tim baru hendaknya dibentuk setiap dua atau tiga tahun.

Dengan mengutip pemikiran Heller, dikemukakan pula beberapa keuntungan dari penerapan Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development (CPD) , diantaranya:

1. Merupakan wahana bagi guru untuk mengetahui pekerjaan guru lainnya.
2. Memberian suatu mekanisme bagi mereka untuk saling berkomunikasi mengenai belajar dan pembelajaran.
3. Kegiatan yang bersifat kontinyu akan sangat meningkatkan motivasi belajar bagi guru.
4. Interaksi intelektual akan memberi efek induksi karena akan terjadi saling menerima dan saling memberi informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
5. Melalui CPD akan menimbulkan kesan adanya upaya perbaikan perilaku inovatif, disiplin, dan self control dalam pelaksanaan tugas-tugas mengajar.
6. Menunjukkan bahwa guru-guru banyak belajar dari teman guru lain dan mempercayai satu sama lain sebagai sumber ide baru dan membagi masalah yang mereka hadapi.
Kembali Ke Atas Go down
http://klicks.dk-one.com
 

MODEL PENGAWASAN/SUPERVISI PENDIDIKAN COORPERATIVE PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
» P2KB (program pendidikan kedokteran berkelanjuta)
» Icha Model Cantik Bugil
» [ WTS ] Knalpot CLD Type Python Kompetisi Full System Mirip R9 Monza Blue Free Single Seater ( CHAMPION LEADER DEVELOPMENT ) ( CLD ) Barang Ready ! Gambar Update Tanggal 30 Juli 2009
» footstep belakang ninin model sepeda dimana ????

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SEPUTAR PENDIDIKAN :: SEPUTAR PENDIDIKAN-